Social Icons

Sabtu, 05 Januari 2013

MANUSIA PARIPURNA ANTI KRITIK ?

Innaka la’ala khuliqien adziem ; Sesungguhnya engkau betul-betul berakhlak Agung. Demikian statement dan penilaian Allah SWT atas Muhammad nabi. Dengan kata lain, Penilaian Allah ini telah menutup kemungkinan ada manusia lain yang lebih baik dari Muhammad, tidak ada di Arab, tidak juga di Lombok. Muhmmad telah menajdi manusia paripurna . Meski demikian, ia tidak jumawa, Berkali-kali Muhammad Nabi mengingatkan sahabat dan pengikutnya bahwa ia hanya seorang manusia biasa dengan segala hal yang manusiawi ; lapar, dahaga, stress, bernafsu syahwat, resah dan tentu juga tempat khilaf plus lupa. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidak sempurnaannya itu, kata beberapa filsup merumuskan sosok Manusia. Oleh karenanya, beberapa kali di dalam al qur’an kita menemukan teguran/kritikan Allah kepada beberapa tindakan khilaf Nabi besar itu. Dan Nabi tidak malu untuk mengakui atau menyembunyikannya kepada para pengikutnya bahwa ia pernah di kritik Tuhan karena kesalahannya. Buktinya, bukti otentik dalam ayat al quran masih dapat di baca oleh semua orang sampai hari kiamat dan di seluruh dunia. Jika saja , Muhammad SAW malu, maka kita tidak akan pernah menemukan atau membaca ayat ini, karena tidak ia sampaikan/dihapusnya oleh Muhammad. 

Dus pada akhirnya , salah satu ajaran pokok dari Islam yang harus di jalankan Muslim adalah Ia wajib memiliki Kesadaran dan pengakuan atas ketidak sempurnaannya itu. Ini merupakan bagian dari Pokok Islam. Dan untuk mengaktualisasi pengakuan itu, maka : 

  1. Tuhan melalui Manusia PilihanNYA sendiri bernama Muhammad (kenapa Tuhan Memilih MUHAMMAD bukan Bung Apenk atau Saya ?, itu hak prerogatip Tuhan , dan dalam menjalankan itu, Tuhan bersikap tidak Demokratik, tidak musyawarah atau bertanya dulu pada komunitas Malaikat yang ada di sekitar Tuhan misalnya ) mengajarkan kepada manusia dalam beberapa bentuk formulasi Do’a untuk meminta ampun kepada Tuhan atas kesalahan baik yang di sengaja maupun tidak di sengaja. 
  2. Adanya perintah untuk terus saling mengingatkan dan saling menasehati. Hendaklah ada sekelompok orang yang terus menerus menyeru kebaikan (amar makruf nahi mungkar).
  3. Sholat seorang Muslim tidak akan sah alias tidak dianggap sholat, secara ototmatis di reject oleh sistem database malaikat sehingga tidak masuk dalam catatan ibadah, jika dalam sholat itu, si Muslim tidak membaca Al Fatihah. Di mana salah satu ayat dalam Al fatihah adalah permohonan untuk di tunjukkan, di tetapkan jalannya sehingga berada dalam jalan yang lurus (Ihdina Asshirothol Mustaqiem : Tunjukilah Kami Jalan yang lempeng) 

Dan Tuhan berjanji pada diriNYA Sendiri dan kepada manusia, bahwa Ia pasti akan menjawab/memenuhi semua permintaan/do’a manusia. Dan janji Tuhan bukanlah se-kualitas janji para Politisi, Tuhan tidak akan bohong dan mustahil ingkar janji. Termasuk di dalamnya permintaan manusia supaya tetap di jaga pada jalan yang lurus (on the right track) . Namun memang karena kecerdasan dan keunikan jawabanNYA atas permintaan kita sebagai manusia, kadang kita tidak sadari bahkan tidak menyukai jawaban Tuhan itu. Dan menurut observasi saya, Salah satu cara jawaban Tuhan yang paling tidak di sukai orang atas permintaan supaya keep on the right track itu adalah KRITIK Manusia lain terhadap diri kita, baik ia kawan maupun lawan. Tuhan lah yang mengirim para kritikus itu untuk mengingtakan khilaf kita supaya kita kembali ke jalan yang lempeng itu, Tuhan mengirim wakilnya dalam wujud manusia, karena kita bukan Musa Nabi Alaihissalam yang bisa berbicara dengan Tuhan. Atas izinNYA lah para kritikus itu melihat , menemukan dan menyuarakan kealpaan kita (Dan Tidaklah dedaun atau debu , partikel-partikel lepas yang berada dalam gelap gulita dapat bergerak atas pengetahuan dan izinNYA). 

Dengan demikian. Pada sisi yang berbeda. Menolak Kritik oleh mereka yang di kritik equivalen dengan menolak jawaban Tuhan, menolak wakil Tuhan/kritikus. Dan ini sama saja pengingkaran pada blue print manusia , bahwa manusia tempat salah dan lupa. Mereka yang anti kritik secara tidak langsung mendeklarasikan diri telah Paripurna, lebih sempurna di banding Muhammad nabi bahkan mereka sebenarnya tanpa sadar telah memakai baju yang di haramkan Tuhan, karena baju itu hanya boleh di pakai oleh Tuhan, yaitu baju kesombongan/keangkuhan. 

Tabek 

RH

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar